BANCI BANCI DENGKI


Bahkan pagi ini,

Kutemukan raga yang tak bisa beranjak dari ranjang.

Semuanya terasa tak ada gairah, sendi sendi penat dan ruh bagai lari dan tak lagi menjadi penggerak badan yang kurus.

Ya, ia terbebas dari dendam banci banci dengki di tempatnya bekerja.

Ia memperolehnya dengan mudah, dan cepat karena ia bagai karunia ajaib yang hadir, ditakdirkan untuk menjadi brilian, ditakdirkan memiliki sesuatu yang tak dimiliki orang lain, bahkan ketika mereka telah menempuhnya dengan sangat berusaha, hanya dengan enteng dan tanpa beban, ia memperoleh semuanya.

Namun ia lelah, keletihan bukan karena kerjanya yang sangat berat, letih karena terlalu memikirkan bagaimana bertahan di tengah banci banci dengki itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s