BILIK


Aku sendiri di banyak bilik

Pernah di bilik kayu

Pernah di bilik plastik

Asrama juga pernah mengungkungku

365 kali 2 pernah mengungkungku di sebuah biara suci dengan hawa terdingin tapi dalam persaudaraan palsu yang panas, bahkan masa itu bertambah hampir dua kali 365

Kulanjutkan di bilik kardus

Lalu di pinggiran timur

Lalu di dalam rumah bambu

Lalu pergi ke sebuah rumah yang bukan rumah

Kulari dan menemukan bilik baru yang butuh aku sebagai babu

Itu hingga kini

Bahkan ketika aku populer dan tercatat dalam sejarah

Aku tetap di sebuah bilik

Sendiri

Tak ada siapapun

Bahkan yang maha kuasa sekalipun, hanya berupa patung dan kitab suci yang melengkapi bilik kesendirianku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s