Malam ini bukan malam natal

Namun sengaja ada madah natal di perangkat musik kamar

Syahdu bahkan tanpa sadar seakan ada aroma pohon pinus

Tidak ada kelap kelip

Tapi saat mata terpejam, madah natal ini sungguh menghadirkan natal dalam sekejap

Ya ini bulan Mei

Kerinduan akan natal datang terlalu dini

Tiba tiba mengembalikan ke masa lalu

Aku berada di sofa merah 

Pada tengah malam ketika aroma masakan mama pada malam natal

Mama tertidur, lelah menyiapkan makanan natal

Seisi rumah tertidur, malam natal bagiku di sofa merah dan memandang gua natal yang sudah usai kubangun sehari sebelum malam natal, aku paling kreatif dalam urusan ini

Lemari es akan banyak pencuci mulut atau minuman soda

Sesaat lagi akan ada tayangan misa natal dari Vatikan di televisi

Aku akan tetap berada di sofa merah itu

Tidak berpikir banyak soal apa yang kulihat hanya menikmati, sekali kali membuka pintu depan dan menghirup udara dingin khas musim hujan desember

Akan banyak kue

Akan banyak makanan

Biasanya ada aroma kembang dari rangkaian bunga natal sederhana di ruang tamu, atau di bak belakang rumah, seikat bunga yang akan dibawa ke makam kakak perempuanku yang wafat sebelum usianya ke 17

Pagi di hari natal lalu hanyalah kantuk di gereja, saat misa pagi

Karena semalaman menikmati benar pandangan mata natal tanpa madah dan lagu

Lalu aku terbangun

Lagu natal masih bergema dari telepon selular di kamar tanpa pohon natal dan aroma apapun, ternyata khayal natal di bulan Mei, khayal sebuah kehadiran keluarga dan kelimpahan dalam rumah