Aku pada sepi menawan Jalan Braga

Di antara payung payung Braga Permai

Memandang lilin lilin di setiap meja dengan latar pramusaji ramah

Sementara lalu lalang kendaraan di atas jalanan tua bebatuan alam Papandayan

Di antara modernitas dan masa lalu

Susu cokelat dingin dan roti hangat dalam lampu lampu romantis

Hembusan angin petang menuju malam di antara gadis gadis Bendungan Purba yang lalu lalang

Braga,

Dulu ia pernah menjadi pelarian dari sebuah biara tua dipojokan Kumara

Menjadi inspirasi dari cara caraku menggapai Beginjhoff

Ia sama dengan daratan dan kota di Beginjhoff tetapi dengan sentuhan lokal mempesona