BRAGA


Aku pada sepi menawan Jalan Braga

Di antara payung payung Braga Permai

Memandang lilin lilin di setiap meja dengan latar pramusaji ramah

Sementara lalu lalang kendaraan di atas jalanan tua bebatuan alam Papandayan

Di antara modernitas dan masa lalu

Susu cokelat dingin dan roti hangat dalam lampu lampu romantis

Hembusan angin petang menuju malam di antara gadis gadis Bendungan Purba yang lalu lalang

Braga,

Dulu ia pernah menjadi pelarian dari sebuah biara tua dipojokan Kumara

Menjadi inspirasi dari cara caraku menggapai Beginjhoff

Ia sama dengan daratan dan kota di Beginjhoff tetapi dengan sentuhan lokal mempesona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s