BERSAMANYA


Moze

Sakitnya terlalu banyak

Luka yang menganga karena setia

Ketulusan yang berlebihan

Dibayar kebohongan kebohongan kecil, yang dicicil menjadi raksasa pembunuh hati

Hidupnya biasa

Dalam waktu yang banyak

Tapi dalam cinta yang berujung sedih

Dan itu pada waktu lalu…

Kini,

Tak mau diam menyuburkan sekecil dusta apapun

Tak mau yang kecil menjadi besar dan membunuh lagi

Di depan ada sebuah masa 

Kedewasaan setahap lagi menuju ambang akhir

Hidup akan selesai

Jalan memang penuh lubang tapi tak harus terjatuh disana

Langkah akan tetap dalam ketulusan tapi harus tidak berujung air mata

Jalan memang menanjak

Tapi mencapainya harus dengan bersama

Tak harus mengubah visi satu dan lainnya

Tapi meracik dua visi menjadi satu

Sepakat bahagia bersama

Tidak sendiri sendiri

Tidak satu lebih bahagia

Atau yang lain lebih berhasil

Atau yang lain lebih menikmati

Sepakat menyusun cita

Tidak untuk satu lebih tersohor

Atau bagi yang lain lebih berusaha

Atau yang lain lebih cemerlang

Sepakat berjalan bersama

Susuri jalan penuh lubang itu

Yang satu mencoba di depan tanpa terjatuh

Yang satu mengikut di belakang menunggu pengalaman yang di depan

Tapi tangan berpegang erat tak terlepas

Bergantian menuntun 

Siapa saja bisa di depan atau di belakang

Seberapa siapa yang lebih paham

Bersama akan lewati jalan itu

Hingga berhasil mencapai jalan yang mulus

Dengan keyakinan bahwa di depan jalan mulus dan lurus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s