Kebahagiaan yang berlangsung 5 hari

Lalu berlahan ada sakit yang tak terkatakan

Hanya tetesan air dari kelopak

Ia mampu membuatnya menetes

Padahal seharusnya tak tepat

Jika cinta tanpa pertanyaan lagi lalu akhirnya mencipta luka

Lalu apa yang harus diuji?

Kalimat kalimat cinta?

Ataukah pengalaman yang menyakitkan itu?

Ataukah ketulusan dan persoalan material?

Pantas atau tidak, cinta diuji dari seberapa besarkan ketulusan itu sendiri dan seberapa besar kebahagiaan yang dihasilkannya

Jika bahagia tercipta oleh pengorbanan, lalu mengapa bahagia harus dipertanyakan terbayar oleh apa?

Hanya ada sayang atau cinta

Tidak ada lagi kamu dan aku

Hanya ada sayang dan cinta

Tidak ada lagi dariku dan darimu

Satu

Dari bersama

Satu

Untuk bersama

Tak lagi ucap tapi tindakan

Hanya dengan itu, ini selamanya