Saat langkah menuju ke suatu keramaian, sayup terdengar ada ribuan di sana, tapi tak ada sedikitpun setelah Aku berada di sana

Jalan-jalan bagai kuburan, diam saja

Tapi setahuku mereka ada, hanya saja diam itu beriring saat Aku tiba

Kucoba berada di dua sisi: setengah badan dan kaki kiri ku ada di wilayah diam lalu setengahnya lagi di wilayah ramai

Mereka sedang berbicara soal burukku

Kupaham bahwa jalanan bukan sepi

Hanya dunia saja yang diam

Tapi kucoba lagi mendengar suara: ramai sekali

Lalu jiwa kucoba hentak, biar dia masuk ke ruang hati

Masuk kesana, kutemukan batu yang begitu keras, luka yang begitu bernanah

Saluran busuk dan keras itu sudah merasuk hingga ke nurani, menyumbat saluran-saluran empati menuju fungsi iba dan sosial bahkan membekukan rasa hingga mata menjadi kosong dan telinga menjadi kurang mendengar

 

dalam kesunyian 4 november 2017