Karya: Denny JA

Sungguh Jaka tak mengerti mengapa ia dipanggil ke sini
Dilihatnya Garuda Pancasila, tertempel di dinding dengang gagah.
Dari mata burung Garuda, ia melihat dirinya
Dari dadah burung Garuda, ia melihat desa
Dari kaki burung Garuda, ia melihat kota
Dari kepala burung Garuda, ia melihat Indonesia
Lihatlah hidup di desa, sangat subur tanahnya
Sangat luas sawahnya, tapi buka kami punya
Lihat padi menguning, menghiasi bumi sekeliling
Desa yang kaya raya, tapi bukan kami punya
Lihatlah hidup di kota, pasa swalayan tertata
Ramai pasarnya, tapi bukan kami punya
Lihatlah anekah barang, dijualbelikan orang
Ooh makmurnya, tapi bukan kami punya
Jaka terus terpanah, entah mengapa, meneteskan air mata, air mata itu ia punya