KOMPROMI


Hari ini tak seperti kemarin, atau saat pertama kali berjumpa.

Egoisme begitu tinggi.

Keinginan untuk pergi sebenarnya tak terbendung.

Lalu cinta sebenarnya masih ada, tetapi hati yang keras membuat semua menjadi tak penting.

Dan jika cinta masih ada namun kekerasan hati tak bisa diubah, kompromi apapun aku dalam bentuk diam.

Bahwa hidup adalah soal saling menyayangi.

Tetapi saling menyayangi itu universal, tidak oleh prinsip rasa itu sewaktu-waktu hilang, itu namanya kepalsuan bukan cinta.

Bagaiamana mungkin kata sering tak sejajar dengan tingkah.

Mari kita kompromi saja.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s