CARLOS MICHAEL KODOATI

Carlos Michael Kodoati (Carlos Michael Jackson Ludwig Kodoati, lahir di WatutumouMinahasa UtaraSulawesi UtaraIndonesia11 Mei 1986; umur 32 tahun) adalah jurnalis BeritaSatu TV. Dari suku Minahasa Tonsea, Carlos adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara dari pasangan mendiang Lodeweik Kodoati dan mendiang Meity Wewengkang.

Kebenaran, pembelajaran, disiplin, dan doa,  empat hal yang mengarahkan hidup seorang Carlos Michael Kodoati menggeluti profesi yang sangat dicintainya. Jurnalis. “Tanpa empat hal itu, saya jalan di tempat,” ujar Carlos berfilsafat.

Carlos adalah satu dari presenter yang punya pengalaman penuh warna. Pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran Bandung, Carlos cropped-carlos-bulet.pngini rupanya punya panggilan hati untuk menjadi seorang Pastor atau Romo di Gereja Katolik. Jadilah, ia pindah studi ke Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan Bandung. “Setelah belajar Filsafat, kok saya malah tertarik menjadi jurnalis. Ternyata ini dunia saya banget,” kata Carlos.

Ketertarikannya pada jurnalistik diawali dengan papernya tentang industri media di Indonesia, yang kemudian membawa Carlos mengenyam kursus singkat jurnalistik di Universitas Utrecht Belanda pada tahun 2011.  Pulang dari Belanda, Carlos menekuni dunia presenter di beberapa radio. “Tahun 2013, saya ikut ajang SCTV Goes to Campus di kampus UIN Syarief Hidayatullah Jakarta. Tiga hari kemudian, saya langsung gabung ke BeritaSatu TV,” kenang Carlos.

Prestasi jurnalistik Carlos di BeritaSatu antara lain melalui karya dokumenter bertajuk “Kami Mau Kalimantan Kembali”. Carlos memotret kerusakan lahan gambut di Kalimantan Tengah yang membawanya meraih penghargaan ICCTF Media Award pada 2014 dan berkat karya ini juga ia mendapatkan award berikutnya yaitu: Piala Citra Leka Birawa Tangguh Award 2015 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. Berkat karya itu pula, Carlos mendapat beasiswa meliput Konferensi Perubahan Iklim atau United Nations Climate Change Conference, COP20 di San Borja, Lima, Republik Peru. Kini Carlos adalah pembawa acara News On The Spot, Soundbite, Prime Time dan Jurnal Malam di BeritaSatu. Sebagai jurnalis, lagi-lagi Carlos tetap belajar Filsafat. Kini, Carlos adalah Mahasiswa di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. “Ya. Berjurnalisme dan berfilsafat, harus bareng,” tutup Carlos.